Duri
August 26, 2009
Kota yang tenang di tengah ladang minyak, panasnya begitu menyengat sedangkan dinginnya begitu beku..
Ini malam terakhir Saya disini, besok ke Dumai, lebih sepi dari ini dan tanpa wifi..
Today
February 27, 2009
Today is her last day in the office. Hope the very best for her whole life.
See you lady, i’ll be missing your way treating me..
Tak Pernah, Tak Akan Menyerah..
January 27, 2009
“Malam ini seperti malam-malam Kami yang lain, kelamnya sama, pekatnya serupa. Namun bagi Kami, malam ini tak akan pernah sama lagi, tak akan seindah malam-malam yang telah lalu. Kami disini, hidup menyisakan kelu dan kalut. Mereka merampas malam-malam Kami yang hangat, saat bercanda bersama Ayah, saat bermanja-manja di pangkuan Ibunda.” (Utsman – 9 tahun)
Selang beberapa hari, tak pernah terfikir untuk menuliskan ini disini, jadi bagian dari tulisan-tulisan tanpa suara di blog gue ini. Namun, lirik lagu ini ternyata layak untuk ditampilkan disini. Beruntunglah anda Annas Allaf ^_^
=====================================================
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
=====================================================
Jika disimak melalui melodinya saja sudah menyulut api-api yang berkobar di dalam hati, tentang perjuangan tanpa menyerah hingga akhir..
Malam
September 30, 2008
Menyesal atas malam2 yang terlewati dengan mudahnya..
Sejuk nan Hampa
September 22, 2008
Angin kosong bertiup, semilir riuh rendah. Ada jiwa yang hampa disana, menyejukkan hati2 yang gelisah. Lambat laun malam kian larut, melebur menjadi satu dengan hitamnya kelam. Sepi angin kosong bertiup perlahan, senada dengan kesejukkan hati jiwa2 yang tenang.
Pandangan gue berlari ke masa 14 tahun yang lalu. Kala itu gue masih sangat kecil. Sering main sama anak tetangga. Yang mana bapaknya juga sering ngasi hadiah atau makanan buat gue. Berhubung pada saat itu keluarga tetangga gue itu lebih kaya dari keluarga gue. Keakraban yang sangat erat. Sampai saatnya harus dipisahkan jarak karena mereka hijrah ke kampung halaman.
Kini, ayah tetangga gue itu sudah berpulang. Semalam. Bokap gue jenguk kesana kemarin. Yang bernyawa memang pasti akan berpulang, entah kapan. Hanya amal yang jadi pegangan.
Angin sejuk bertiup mengiringi malam. Sahabat gue disana kini telah kehilangan ayah. Andai gue bisa ada disana..
Lebaran Ini..
September 19, 2008
Ribuan kata tersusun, berbaris rapi menuju tempat terbaik. Rica-rica melodi mengalun sendu sepanjang malam, sepanjang hari sampai 11 hari lagi. Ramadhan ini ku banyak minus, entah karena adaptasi dengan kerjaan baru, atau motivasi diri yang kian menurun.
Bersama ini mengalun lirih jernih afghan,
Kumenatap dalam kelam
tiada yang bisa kulihat
selain hanya namaMu, ya Allah
Esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari
segala fitnah
Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hambaMu yang selalu bertakwa
Ampuniku ya Allah
yang sering melupakanMu
saat Kau limpahkan karuniaMu
dalam sunyi aku bersujud
Lebaran ini gue sudah mulai punya penghasilan sendiri, alhamdulillah. Dan dengan penuh kontradiksi, lebaran ini adalah untuk pertama kalinya gue ga beli baju baru. Gue pikir kayak anak kecil aja beli baju baru pas lebaran. Lebaran ini saatnya berbakti, beberapa bagian dari gaji dan THR buat beli baju lebaran untuk ibu dan bapak. Supaya dia merasakan hasil jerih payahnya membesarkan anaknya yang lucu dan jenius ini. Wkwkwkwkwk..
Jumat Ini..
September 12, 2008
Jumat ini kerja seperti biasa, menikmati peran sebagai auditor, memupuk asa dan cita2 yang meraja. Selamat puasa buat semuanya, semoga ramadhan tahun ini berkah ya..
Enjoy
August 29, 2008
So far, every single time here full of happiness.. This is a best place to work..
Armada Masa Depan
July 30, 2008
Indah persahabatan tak pernah hilang di memori ini. Tertawa bersama, meski selalu diiringi oleh kesedihan, penuh warna. Bila tlah dewasa, terkadang kita kekanak-kanakan. Selalu berkhayal. Namun melangkah dengan cita – cita yang mulia, anugerah sang kuasa..
=========================================
Hari ini reuni lagi, memanfaatkan libur tanggal merah yang ada untuk melepas sedikit kerinduan. Kami yang sekarang tersebar di perusahaan-perusahaan berbeda. Ingin Gue nyanyikan lagu ini:
Kitalah armada masa depan
Yang akan mengukir dunia
Raih semua bintang
Dan tebarkan sinarnya terangi semesta
Takkan dipungkiri nanti kita akan menjadi tua. Jangan dibiarkan bergulirnya waktu hanyalah memakan usia, tak jelas tujuannya..
Hari libur tlah usai, saatnya masuk kantor lagi esok hari.. Kantor baru, semangat baru, mimpi tertinggi..
Terserah
July 30, 2008
Terserah kali ini, sungguh aku tak ‘kan perduli. Ku tak sanggup lagi, jalani cinta denganmu. Biarkan ku sendiri tanpa bayang-bayangmu lagi. Ku tak sanggup lagi, mulai kini s’mua terserah…
==================================
Jika tak selesai malam ini, maka mulai esok semua terserah..
Inter Club
July 28, 2008
Gelap, basah, dan lembab. Jalanan basah berkeringat karena air mata pelangi baru saja turun untuk memberi minum kemarau yang kian kehausan. Dahaga Jakarta seakan hilang oleh hujan yang sebentar saja. Jalanan basah namun cuaca panas saat ini. Ironi.
============================================
Hari minggu yang dinantikan ini pun akan segera berakhir. Dulu buat Gue hari minggu hanya hari biasa, biasa seperti hari yang lain karena Gue memang keluar rumah setiap hari.
Tapi ada yang dinanti pada setiap hari minggu mulai sekarang sampai nanti. Latihan futsal bersama Inter (cara membaca huruf “e” nya seperti jika kita melafalkan kata “tempe”) Club Indonesia jadi penambah energi untuk memulai pekan yang baru esok senin.
Berlatih bersama mereka menimbulkan ectasy, cergas mengisi rongga2 tubuh yang statis. Gue baru ikut latihan selama dua bulan. Target untuk mengamankan satu tempat inti di posisi pemain bertahan di tim utama jadi urusan kedua selain membina persahabatan dengan mereka.
Badan pegal tidak dirasa, muka memar kena bola jadi biasa, jika berlatih sepakbola senang hatiku, meski tiap minggu mesti bayar dua puluh ribu..
Zzzz…
July 26, 2008
Kalo ga harus ngajar di kampus pagi ini, mungkin enakan tidur kali ya.. Malem pengen bikin soal tapi ketiduran.. Bikinnya malah jam setengah 6 pagi dan alhamdulillah selesai 90 menit kemudian.
Kalau melihat mereka, bapak2 dan ibu2 paruh baya, karyawan-karyawati peserta kursus yang sedang ngerjain soal ujian di depan gue ini. Rasanya senang hatiku. Mereka adalah murid angkatan ke-5 dari kursus Dasar Akuntansi yang diamanahkan ke Gue. Anak2 terlihat antusias, sangat berbeda ketika Gue masuk kelas pertama kali. Suasana beku dan membosankan. Tapi kini tidak lagi, mereka sudah mulai mencair dan banyak tersenyum. Hehe.. Dan mereka adalah murid terakhir Gue di kursus Dasar Akuntansi ini. Mulai bulan depan Gue pindah kantor yang mengharuskan Gue stand by kerja hari sabtu. So, sangat senang masih bisa membimbing anak2ku ini.. Deu deu..
Mereka ga tau aja kalo instruktur mereka lagi nulis blog ini dan morum disini. Hihi.. anak2ku yang manis, jangan pada nyontek ujiannya ya..
Last Day
July 25, 2008
Jumat malam ini gue pulang dari kantor gue di Sunter seperti biasa. Naik bus jurusan yang biasa, dengan tarif yang biasa, dan suasana yang biasa. Yang beda kali ini hanyalah gue ga akan masuk ke kantor itu lagi sejak senin nanti. Terlalu banyak cerita disana, terlalu banyak kenangan tertinggal meski cuma 6 bulan di kantor itu.
Can’t wait for the next chapter in my life.. Mulai kamis nanti gue ngantornya di Kuningan.. Buka lembaran baru..
Yang Pertama
July 17, 2008
Pernahkah merasa berat saat mengawali pagi, mata mengantuk dan rasanya ingin tidur lagi? Pernahkah merasa ragu saat mengawali suatu cerita cinta, hati berdebar dan rasanya tak ingin kenal dia karena takut dia mengecewakan anda? Pernahkah merasa malas saat harus bepergian jauh, enggan melangkah dan rasanya ingin duduk manis di atas sofa sambil menonton TV?
======================================================
Tahukah kawan, aku baru saja mengawali suatu proses yang dialami oleh semua CEO, manajer, anggota MPR, sampai makelar tanah. Pagi ini di rapat yang berdurasi 2 jam aku yang menjadi pemimpinnya kawan. Aku yang memulai, melakukan moderasi, mengatur jalannya rapat dan menyimpulkan hasil rapat itu. Aku kawan, aku si anak kemarin sore dari Kemandoran ini, yang sekedar mencoba berkontribusi di perusahaan terbesar dalam distribusi otomotif di negeri ini.
Rapat tentang opname aktiva tetap ini melibatkan 3 orang, dan aku salah satunya. Inilah saat2 pertama aku memimpin sebuah rapat kawan, di perusahaan sebesar ini, memimpin mereka yang lebih senior, banyak yang tidak tahu betapa bersejarahnya hari ini bagi generasi radwina.
Langkah pertama membutuhkan langkah-langkah penerusnya, agar langkah pertama tadi tidak jadi yang terakhir pula. Tahukah kawan, aku sudah tidak sabar ingin memimpin rapat2 berikutnya lagi..
Hari Pertama
July 14, 2008
Kaki-kaki kecil bocah ingusan melangkah tegas memasuki pintu kelas, wajah-wajah penuh antusias yang dituntun orang tuanya dengan penuh rasa harap, hari ini adalah hari pertama seorang dokter terkenal, fisikawan, ahli sejarah, presiden, dan tentu saja auditor masa depan bersekolah. Di hari ini mereka memupuk cita-cita, yang akan ditentukan oleh konsistensi dan keseriusan mereka untuk belajar mulai hari ini.
Kalau ingat masa di 16 tahun lalu, jadi pengen pulang kantor segera dan berlari memeluk orang tua. Gue yang sekarang bekerja di perusahaan no 1 bidang otomotif di Indonesia ini, lulusan universitas terbaik di negeri ini, ga akan bisa seperti ini kalau bukan atas usaha keras mereka. Mereka memang bukan seorang akuntan, pebisnis, pekerja kantoran yang beruntung dapat mencicipi bangku kuliah, bahkan SMU sekalipun. Namun gurat cerah kebanggaan tersurat tegas pada wajah-wajah tua mereka yang telah berhasil mendidik buah hati kebanggaan mereka ketika menghadiri prosesi wisuda gue januari lalu. Dan sesungguhnya, mereka lebih hebat dari orang tua manapun. Karena dengan keterbatasan, mereka mampu membuat keajaiban.
This post was tribute to my parents. Thanks for every beautiful things you have given to me..